Pada era pemanasan bumi (Global Warming) dan berbagai bencana alam (banjir, Tanah Longsor, Pencemaran udara, Krisis air) terjadi, gerakan penanaman pohon besar yang lebih banyak lagi merupkan hal yang mutlak. Pohon berjasa menahan air dalam tanah, mencegah erosi dan longsor, menjadi habitat bagi beragam makhluk hidup, memproduksi oksigen, menyerap karbondioksida-gas rumah kaca penyebab pemanasan global menyaring gas polutan, meredam kebisingan, angin dan sinar matahari, dan menurunkan suhu kota.
Saat ini global warming menjadi wacana dunia. Penanaman pohon telah menjadi program nasional untuk mengatasi permasalahan pemanasan global setiap tahunnya. Disayangkan program tidak berjalan dengan baik, karena pohon-pohon yang ditanam tidak pernah dirawat, bahkan langsung ditinggalkan setelah ditanam.
Pola penanaman pohon harus diubah. Kita lihat saja setiap tahun dilaksanakan hasilnya nihil sama sekali, pohon ditanam tidak dirawat dan mati. Berapa dana yang dihabiskan dan terbuang sia-sia, jika gerakan penanaman pohon sekalipun akan mubazir jika tidak diimbangi perubahan pola dan prilaku kesadaran masyarakat untuk menanam pohon dan merawatnya.
Oleh karena itu pada tanggal 28 Desember 2010, siswa-siswi dan dewan guru dari SMAN 1 Kuta Selatan mengadakan gerakan penanaman pohon di seputar Pura Gunung Tedung yang lebih dikenal dengan nama Pura Gunung Payung. Sebelumnya kegiatan menanam pohon telah diadakan di beberapa tempat di Desa Adat Kutuh.
Kegiatan Penanaman pohon ini, dilakukan sebagai bentuk aksi nyata keluarga besar SMAN 1 Kuta Selatan peduli dengan Lingkungan di dalam maupun diluar sekolah.
Maksud diadakan program gerakan menanam pohon adalah mendorong terwujudnya budaya menanam dimasyarakay dalam rangka meningkatkan kepedulian berbagai pihak dan pentingnya penanaman pohon yang berkelanjutan dalam mengurangi pemanasan global dan untuk mencapai pembangunan Indonesia yang bersih.